Selasa, 15 April 2014

PROGRAM ENSKRIPSI MENGGUNAKAN JAVA DENGAN METODE BLOCKING

enskripsi merupakan proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. pengamanan informasi tersebut bertujuan agar terjaganya informasi dari pihak-pihak yang tidak berwenang dan tidak berkepentingan karena tentunya informasi ya dienskripsi adalah informasi yang sifatnya private dan dianggap sangat penting.

Pada tulisan saya kali ini akan membahas program enskripsi menggunakan JAVA dengan metode blocking


Dengan menggunakan enkripsi blocking dipilih jumlah lajur dan kolom untuk penulisan pesan. Jumlah lajur atau kolom menjadi kunci bagi kriptografi dengan teknik ini. Plaintext dituliskan secara vertikal ke bawah berurutan pada lajur, dan dilanjutkan pada kolom berikutnya sampai seluruhnya tertulis. Ciphertext-nya adalah hasil pembacaan plaintext secara horizontal berurutan sesuai dengan blok-nya.


contoh: 


"Math 310 Proves!"


kalimat tersebut akan dimasukkan secara vertikal kedalam tabel yang telah ditentukan jumlah baris dan kolomnya (4 angka 0 pada baris paling bawah merupakan kotak kosong)




lalu masing-masing hurufnya akan dikeluarkan secara horizontal dari dalam tabel
hasilnya adalah:

M3r!a1o t0v h e Ps



contoh programnya adalah


/*

 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

/**

 *
 * @author USER
 */
import java.util.Scanner;

public class block {

    
    public static void main (String []args){
        
          Scanner in = new Scanner(System.in);
          
          String en = "";
          System.out.print("masukkan kalimat= ");
          String kal = in.nextLine(); 
          
          System.out.print("masukkan kolom= ");
          int baris = in.nextInt();
          
          System.out.print("masukkan baris= ");
          int kolom = in.nextInt();
          
          char[][]ch = new char[baris][kolom];
          int pos=0;
          
          for(int j=0;j<kolom;j++){
              for(int i=0;i<baris;i++){
                  if(kal.length()>pos)
                    ch[i][j] = kal.charAt(pos++);
              }
              }
          System.out.println();
          for(int i=0; i<baris;i++){
              for(int j=0;j<kolom;j++){
                  char kt = ch[i][j];
                  
                  en += (char)kt;
              }
          }
           System.out.println("hasil= "+en);
    
}
    

}

HASILNYA ADALAH



PROGRAM ENSKRIPSI MENGGUNAKAN JAVA DENGAN METODE CAESAR


enskripsi merupakan proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. pengamanan informasi tersebut bertujuan agar terjaganya informasi dari pihak-pihak yang tidak berwenang dan tidak berkepentingan karena tentunya informasi ya dienskripsi adalah informasi yang sifatnya private dan dianggap sangat penting.

pada tulisan saya kali ini, saya akan mencoba membagi program pendek menggunakan bahasa java untuk melakukan enskripsi dengan menggunakan metode caesar chiper.

metode caesar cipher adalah melakukan pergeseran terhadap masing-masing huruf didalam suatu kalimat.
contoh:
  "kirim pasukan ke sayap kiri". dengan kunci pergeseran adalah 3
hasilnya manjadi = NLULP SDVXNDQ NH VDBDS NLUL
Berikut adalah contoh programnya:


/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

/**
 *
 * @author Gunarboy
 */
import java.util.Scanner;

public class caesar {
 
    public static void main(String[]args){
     
        Scanner in = new Scanner(System.in);
     
        String ens = "";
        String en = "";
     
        System.out.println("Masukkan kata: ");
        String kata = in.nextLine();
     
        System.out.println("masukkan angka: ");
        int ang = in.nextInt();
     
        for (int i=0;i<kata.length();i++){
        int kt = kata.charAt(i);
            if(Character.isUpperCase(kt)){
                kt = kt + ang;
                if (kt>'Z')
                kt = kt-26;
             
            }
            else if(Character.isLowerCase(kt)){
                kt = kt + ang;
                if (kt>'z')
                kt = kt-26;
             
            }
         
            ens += (char) kt;
       
        }
       System.out.println("hasil= "+ens);
       System.out.println();
       for (int i=0;i<kata.length();i++){
        int kt = ens.charAt(i);
            if(Character.isUpperCase(kt)){
                kt = kt - ang;
                if (kt<'A')
                kt = kt+26;
             
            }
            else if(Character.isLowerCase(kt)){
                kt = kt - ang;
                if (kt<'a')
                kt = kt+26;
             
            }
         
            en += (char) kt;
       
        }
        System.out.println("hasil deskripsi= "+en);
    }
 
}


HASILNYA ADALAH


Senin, 14 April 2014

PERBANDINGAN SOFTWARE RECOVERY FILE RECUVA DAN GETDATABACK



JURNAL

PERBANDINGAN SOFTWARE RECOVERY FILE RECUVA DAN GETDATABACK



PENULIS:
1.     GUNARWIN A.R
2.     DEVI TANTOWI K.
3.     T. ARIEF N.






ABSTRAKSI

Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, penggunaan komputer pasti sudah menjadi hal yang mutlak dilakukan karena pada zaman komputerisasi ini fungsi komputer sudah bukan lagi hanya digunakan untuk menghitung. Pengolahan data berupa text, gambar ataupun video dapat dilakukan dengan mudah dan cepat dengan menggunakan komputer. Didalam komputer itu sendiri terdapat fasilitas penyimpanan data. Penyimpanan data dilakukan agar hasil pekerjaan yang dilakukan menggunakan komputer sewaktu-waktu dapat dibuka kembali atau dilanjutkan kembali. Namun dalam kenyataannya, ada saja peristiwa dimana hasil pekerjaan tersebut, yang berupa file komputer, dapat saja hilang baik karena kelalaian ataupun karena kesalah pahaman sehingga file yang sangat dibutuhkan tersebut hilang dari media penyimpanan didalam komputer. Karena itu pengembalian data yang telah hilang sangat dibutuhkan agar hasil pekerjaan yang telah dikerjakan seseorang tidak sia-sia. Dalam mengembalikan file yang hilang, banyak software yang dapat digunakan, diantaranya adalah Recuva dan GetDataBack. Dalam penulisan jurnal kali ini akan dibahas mengenai perbandiangan antara kedua software tersebut   

Kata kunci : IT, IT Forensic, File Restore

Minggu, 23 Maret 2014

JURNAL ETIKA PENGGUNAAN KOMPUTER



JURNAL
ETIKA PENGGUNAAN KOMPUTER

 



Disusun oleh:
Gunarwin Ardi Rukmana
Teuku Arif Nurhadi
Devi Tantowi Khoeruman




ABSTRAKSI


            Berbagai macam pekerjaan dan kegiatan sekarang ini pasti tidak lepas dari penggunaan komputer, karena dengan menggunakan komputer untuk mengerjakan suatu pekerjaan banyak hal yang dapat dihemat oleh sesorang, seperti waktu, pikiran dan usaha, dibanding mengerjakan pekerjaan tersebut secara manual. Karena itulah komputer sudah menjadi alat yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Namun semakin berkembangnya teknologi komputer, semakin banyak juga kegiatan yang dapat dilakukan dengan menggunakan komputer, tidak terkecuali kegiatan yang negatif. Pengerusakan, penyadapan dan bahkan pencurian pun dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer. Karena itulah dibutuhkannya etika dan peraturan yang mengatur mengenai penggunaan komputer agar tidak ada individu atau instansi yang dapat dirugikan dengan tindakan yang dilakukan seorang pengguna dengan menggunakan perangkat komputer.

Kata kunci: etika, komputer, penggunaan komputer
 

Rabu, 15 Januari 2014

PROGRAM SELEKSI PALINDROM DENGAN JAVA


Palindrom adalah sebuah kata, frasa, angka maupun susunan lainnya yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun belakang (spasi antara huruf-huruf biasanya diperbolehkan).

contoh kalimat atau kata Palindrom:

  • Kasur ini rusak
  • kasur nababan rusak
  • katak

Sekarang saya akan memberikan contoh program java sederhana yang dapat digunakan untuk menyeleksi kata atau kalimat Palindrom



import java.util.Scanner;

public class Palindrom {

    public static void main (String[] args) {
  
    Scanner input = new Scanner(System.in);
   
    System.out.println("masukkan kalimat= ");
    String kal = input.nextLine();
   
    int len = kal.length();
    int b=0 ;
    for(int a=0;a<kal.length();a++){
        if(kal.charAt(a) == kal.charAt(len-1) ){
        len=len-1;
        b+=1;     
    }else{
        break;
    }
    }
   
    if(b == kal.length()){
    System.out.println(kal+" adalah kalimat palindrom");
    }else{
        System.out.println(kal+ " bukan palindrom");
   
    }
}
}


dari program diatas akan menghasilkan output seperti dibawah ini:



mungkin program tersebut masih belum sempurna, karena itu diharapkan bagi pembaca untuk mengembangkannya.

Selasa, 03 Desember 2013

STUDI KASUS TELEMATIKA "SINGAPURA DIDUGA BANTU AS - AUSTRALIA SADAP INDONESIA"

 Dua negara sahabat Indonesia, Singapura dan Korea Selatan, disebut-sebut memainkan peran kunci membantu Amerika Serikat dan Australia dalam menyadap jaringan telekomunikasi di seluruh Asia. Demikian menurut dokumen rahasia yang dibocorkan mantan kontraktor intelijen AS, Edward Snowden.


Informasi terbaru yang terkuak ke publik termasuk keterlibatan Australia dan Selandia baru dalam penyadapan satelit komunikasi global.

Seperti dikabarkan The Age, Senin (25/11/2013), peta rahasia Badan Keamanan AS (NSA) mengungkap AS dan partner berbagi intelijennya atau yang dikenal dengan 'Five Eyes', menyadap kabel serat optik berkecepatan tinggi di 20 lokasi di seluruh dunia.

Operasi penyadapan tersebut melibatkan kerja sama dengan pemerintahan lokal dan perusahaan telekomunikasi atau melalui operasi 'diam-diam dan rahasia'.

Operasi intersepsi kabel bawah laut adalah bagian dari jaringan global, yang dalam dokumen perencanaan NSA yang dibocorkan, memungkinkan kemitraan Five Eyes -- AS, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru -- melacak 'siapapun, di mana pun, kapan saja, dalam apa yang digambarkan sebagai " zaman keemasan " sinyal intelijen.

Peta NSA, yang dipublikasikan koran Belanda, NRC Handelsblad Minggu malam menunjukkan bahwa AS mempertahankan cengkeramannya pada saluran komunikasi trans-Pasifik dengan fasilitas intersepsi di pantai Barat Amerika Serikat, juga di Hawaii dan Guam -- menyadap lalu lintas kabel komunikasi di Samudra Pasifik serta saluran komunikasi antara Australia dan Jepang.

Indonesia-Malaysia Jadi 'Target'
Peta itu juga mengonfirmasi bahwa Singapura, salah satu pusat komunikasi dunia, menjadi 'pihak ketiga' yang bekerja sama dengan 'Five Eyes'.

Pada Agustus lalu, Fairfax Media melaporkan, badan mata-mata elektronik Australia, Defence Signals Directorate (DSD) bekerja sama dengan intelijen Singapura untuk menyadap kabel SEA-ME-WE-3 yang membentang dari Jepang, melintasi Singapura, Djibouti, Suez, Selat Gibraltar, ke Jerman Utara.
Sumber-sumber intelijen Australia kepada Fairfax mengatakan bahwa divisi intelijen dan keamanan yang amat rahasia pada Kementerian Pertahanan Singapura bekerja sama dengan DSD dalam rangka mengakses dan berbagi komunikasi yang dibawa oleh kabel SEA-ME-WE-3 dan SEA-ME-WE-4 yang membentang dari Singapura ke kawasan selatan Prancis.

Akses ke saluran telekomunikasi internasional difasilitasi oleh operator telekomunikasi milik pemerintah Negeri Singa, SingTel, adalah elemen kunci ekspansi hubungan intelijen dan pertahanan Australia-Singapurea selama lebih dari 15 tahun.

Dimiliki secara mayoritas oleh Temask Holdings -- yang dimiliki Pemerintah Singapura, Sing Tel dikabarkan memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen Singapura.

Ahli intelijen Australia dari Australian National University, Profesor Des Ball mendeskripsikan, sinyal intelijen Singapura "mungkin yang paling maju" di Asia Tenggara, setelah pertama kali dikembangkan dalam kerjasama dengan Australia di pertengahan 1970-an dan kemudian memanfaatkan posisi Singapura sebagai pusat telekomunikasi regional.

Indonesia dan Malaysia disebut-sebut sebagai target kunci kerja sama intelijen Australia dan Singapura sejak 1970-an. Banyak rute lalu lintas telekomunikasi dan internet dua negara melewati Singapura.


Minggu, 24 November 2013

DEFINISI, PERKEMBANGAN DAN TREND KEDEPAN TELEMATIKA SERTA KAITANNYA DENGAN KOMPUTER


1. DEFINISI TELEMATIKA

            Telematika adalah singkatan dari telekomunikasi dan informatika. Telekomunikasi merupakan teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari suatu tempat ke tempat lain. Sedangkan informatika adalah disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi.

             Dengan kata lain telematika adalah ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi. Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology).

             Untuk telekomunikasi, yang dapat dikatakan sebagai komunikasi jarak jauh, terdapat 3 kategori, yaitu:

  • komunikasi satu arah (simplex) :  pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. contoh tv, radio dll
  • komunikasi dua arah (duplex) : pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. contoh telepon.
  • komunikasi semi dua arah (half duplex) : pengirim dan penerima informsi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan. Contoh Handy Talkie, FAX, dan Chat Room

           Sedangkan untuk ilmu informatika terdapat beberapa macam bidang yang mencakup sistem informasi, ilmu komputer, ilmu informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen.



2. PERKEMBANGAN TELEMATIKA

            Perkembangan telematika dibagi kedalam 3 periode yaitu periode rintisan, periode penenalan dan periode aplikasi


A. Periode Rintisan
Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis.
Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika.
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.
Setahun sebelumnya di Amerika Serrikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet.
Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat olehJhhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat "pesan" berbasis "unix", "ethernet", pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah "unix", "email", "PC", "modem", "BBS", "ethernet", masih merupakan kata-kata yang sangat langka.
Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut.
Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society - Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti "JUNK/Batavia".
Jaringan internet tersebut, terhubungakan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawattransceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan computer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar.

B. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.
Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.
Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional - tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Disaat keterbukaan yang diusung gerakan moral reformasi, stasiun televise yang syarat informasi seperti kantor berita CNN dan BBC, yakni Metro Tv, hadir pada tahun 1998. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).
Pemerintah yang masih sibuk dengan gejolak politik yang kemudian diteruskan dengan upaya demokrasi pada Pemilu 1999, tidak menghasilkansuatu keputusan terkait perkembangan telematika di Indonesia. Dunia pendidikan juga masih sibuk tambal sulam kurikulum sebagai dampak perkembangan politik terbaru, bahkan proses pembelajaran masih menggunakan cara-cara konvensional. Walaupun demikian, pada tanggal 15 Juli 1999, arsip pertama milis Telematika dikirim oleh Paulus Bambang Wirawan, yakni sebuah permulaan mailinglist internet terbesar di Indonesia.

C. Periode Aplikasi
Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat denganb mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah.
Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mualai dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.
Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal "top-down" direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai nernagai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hamper seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis



3. KAITAN TELEMATIKA DENGAN KOMPUTER

            Perkembangan Telematika, yang erat kaitannya dengan komunikasi dan penyebaran informasi, berjalan berdampingan dengan perkembangan komputer karena dilihat dari kemampuat komputer dalam pengolahan data, penyimpanan informasi dan penyebaran informasi. dengan bantuan perangkat komputer, fungsi telematika dapat berjalan dengan baik dan efisien. contohnya pada smartphone, tak dapat disangkal lagi bahwa smartphone adalah alat komunikasi yang didalamnya menggunakan komputer berukuran kecil. dengan menggunakan smartphone, yang memiliki fasilitas aplikasi bermacam-macam, kita bisa segera mendapatkan informasi yang pada saat itu juga namun terjadi di lokasi yang berbeda atau bahkan lokasi terjadinya sangat jauh. 

             Contoh lain adalah penerapan E-government. E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.


4. TREN KEDEPAN TELEMATIKA
             
             Perkembangan telematika yang berdampingan dengan komputer saat ini sangat pesat sekali. saat ini pengguna dapat medapatkan informasi dengan cara yang sangat mudah dan penyebaran informasi juga dapat dilakukan dengan sangat mudah. hal tersebut tidak lain karena perkembangan komputer itu sendiri. mulai dari perkembangan media penyimpanan yang saat ini sudah berskala gigabyte dan terabyte, penggunaan multicore processor dan pengaplikasian jaringan, mulai dari jaringan lokal sampai internet. 
    
             Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik






http://uzi-online.blogspot.com
http://ema-ainurrohmah.blogspot.com
http://josuahasudungan.blogspot.com/2012/12/definisi-telematika.html