Senin, 09 Juni 2014

PENGEMBANGAN JURNAL KEJAHATAN TERHADAP INFORMASI (CYBERCRIME) DALAM KONTEKS PERPUSTAKAAN DIGITAL

                        PENGEMBANGAN JURNAL KEJAHATAN TERHADAP INFORMASI (CYBERCRIME)
DALAM KONTEKS PERPUSTAKAAN DIGITAL

Oleh :

1. Teuku Arif N
2. Gunarwin Ardi R
3. Devi Tantowi K 

Universitas gunadarma
2014




ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi-komputer saat ini sudah mencapai pada tahap di mana ukurannya semakin kecil, kecepatannya semakin tinggi, namun harganya semakin murah dibandingkan dengan kemampuan kerjanya. Perpustakaan Online atau perpustakaan digital bisa dianggap sebagai institusi informasi dalam bentuk baru atau sebagai perluasan dari pelayanan perpustakaan yang sudah ada. Namun dibalik kemudahan yang ditawarkan perpustakaan digital terdapat suatu bahaya yang mengancam keutuhan data dan koleksi perpustakaan digital. Pencurian data, vandalism dan mutilasi data serta ancaman lain siap meyerang setiap saat , untuk itu pustakawan di era digital perlu mengenal modus kejahatan cybercrime dalam perpustakaan digital dan titik lemah sistem mereka agar kejahatan cybercrime yang mengincar perpustakaan digital dapat di minimalisasi.

Keyword
Data elektronik; vandalime data, cybercrime, perpustakaan digital

JURNAL UNDANG-UNDANG HAK CIPTA



Disusun oleh:
Teuku Arif Nurhadi
Devi Tantowi Khoeruman
Gunarwin Ardi Rukmana



ABSTRAKSI
Hak cipta memainkan peranan penting dalam komunikasi ilmiah. Hal ini adalah karena
karakteristik dari hak cipta tersebut. Hak cipta bekerja di setiap tahap siklus
pengetahuan. Hak cipta, langsumg maupun tidak langsung, mempengaruhi penciptaan
pengetahuan, perekaman dan pengorganisasian, publikasi, akses, penggunaan, dan
penciptaan kembali pengetahuan. Hak cipta juga terlalu memberikan penghargaan pada
penulis ilmiah, yang kadar keorisinilan karyanya, umumnya hanya sekian persen
(bukankah suatu karya ilmiah dibangun di atas penemuan terdahulu dan karenanya
mengandung karya orang lain juga). Di samping itu, hak cipta juga memberikan dampak
’pedang bermata dua’ pada penulis dan pengguna karya ilmiah yang orangnya seringkali
sama. Artikel ini menguraikan dampak negatif hak cipta pada komunikasi ilmiah, dan
mengusulkan empat skenario untuk pengelolaan hak cipta yang lebih efektif.

JURNAL PELAKSANAAN KONTRAK KERJA JASA KONSTRUKSI MENGENAI PEMBUATAN JEMBATAN ANDALAS PADANG ANTARA PERSEROAN UMUM DENGAN CV. DUTA GRAHA PADANG

PELAKSANAAN KONTRAK KERJA JASA KONSTRUKSI MENGENAI PEMBUATAN JEMBATAN ANDALAS PADANG ANTARA PERSEROAN UMUM DENGAN CV. DUTA GRAHA PADANG



A.    Latar Belakang Masalah
Jasa konstruksi merupakan salah satu problematika dalam perkembangan hukum di Indonesia yang menuntut keteraturan hukum dikarenakan kompleksitas persoalannya. Persoalan-persoalan yang kompleks tersebut menyangkut peranan berbagai subjek hukum dalam proses pelaksanaan jasa konstruksi[1]. Kecenderungan untuk melakukan penyimpangan di dalam persoalan jasa konstruksi atau pada proyek-proyek pengadaan barang dan jasa di Indonesia menjadi sesuatu yang patut dicermati. Selain itu, pengenaan hukum yang tepat dalam penyelesaian sengketa jasa konstruksi menjadi titik tolak utama bagaimana penyidik, jaksa penuntut umum, dan hakim di Indonesia menerapkan ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan masalah jasa konstruksi[2].
Di dalam konsep jasa konstruksi dikenal adanya kontrak kerja konstruksi yang merupakan landasan bagi penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia. Kontrak kerja ini menjadi fokus dalam mengadakan suatu kegiatan jasa konstruksi, dikarenakan substansi kontrak yang memuat kepentingan hak dan kewajiban para pihak dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Masalah jasa konstruksi di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, di mana jasa konstruksi diberikan arti adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi (Pasal 1 angka 1). Kemudian yang dimaksud dengan pekerjaan konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya. untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain (Pasal 1 angka 2). Sementara secara khusus, terdapat Keputusan Presiden No. 80 Tahun 2003 yang mengatur tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang mengatur mengenai pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah, dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi[3].
Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 pula, diatur mengenai kontrak kerja konstruksi, sebagai landasan adanya hubungan antar subyek hukum pelaku jasa konstruksi atau pengadaan barang/jasa. Letak keterhubungan tersebut ada pada konsep perjanjian antar subyek hukum dalam proyek jasa konstruksi, pelaksanaan, dan pengawasan.

JURNAL SERTIFIKASI KEAHLIAN DI BIDANG IT

Sertifikasi Keahlian di Bidang IT
(Sertifikasi Nasional, Internasional, Software, dan Database)

Abstrak
Sertifikasi keahlian di bidang IT ada dua macam yaitu sertfikasi nasional dan internasional. Sertifikasi nasional terdiri dari dua kategori yaitu Certificate of Competence dan Certificate of Attainment. Sedangkan untuk sertifikasi internasional ada berbagai macam misalnya sertifikasi cisco (jaringan), oracle (database), adobe (multimedia dan design), dan lain sebagainya. Namun, sertifikasi yang dikenal masyarakat umum terdapat dua macam yaitu, sertifikasi akademik dan sertifikasi profesi. 


Pendahuluan
Sertifikasi keahlian di bidang IT sudah menjadi hal yang umum bagi para ahli di bidangnya masing-masing. Sertifikasi tersebut mempunyai berbagai jenis diantaranya sertifikasi cisco, java, Microsoft, adobe, dan lain-lain. Dalam sertifikasi tersebut terdapat berbagai macam tingkatan sesuai dengan keahlian mulai dari yang dasar sampai master. Sertifikasi keahlian ini tentu sangat berguna bagi para pencari kerja terutama untuk posisi di bidang IT.
Ada banyak keuntungan yang dapat menjadi tambahan alasan untuk mempertimbangkan mengambil sertifikasi TI. Salah satu yang utama tentu saja membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan. Sertifikat TI dapat meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja. Bagi mereka yang sudah bekerja di bidang TI, sertifikasi memberi cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. Dengan memiliki sebuah sertifikat TI yang diakui secara global, seorang profesional TI akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimilikinya.

KRITERIA MANAGER PROYEK YANG BAIK

Shtub(1994) menggambarkan diagram kemampuan yang penting dimiliki untuk seorang manajer proyek, yaitu:
  1. Problem Solving, kemampuan manajer dalam menyelesaikan suatu masalah dengan efektif dan efisien.
  2. Budgeting and Cost Skills, kemampuan dalam hal membuat sebuah anggaran biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.
  3. Scheduling and Time Management Skills, kemampuan untuk menjadwalkan proyek.
  4. Technical Skills, kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek.
  5. Leadership Skills, kemampuan ini penting dimiliki karena apa yang yang dilakukan oleh seorang manajer proyek menandakan bagaimana seharusnya orang lain atau timnya bekerja.
  6. Resource Management and Human Relationship Skills, kemampuan ini adalah masalah utama bagi para manajer proyek. Karena manajer proyek harus memahami akibat dari kegagalan dalam mengelola sumber daya. Hal ini membutuhkan kemampuan untuk membangun jaringan social dengan orang-orang yang terlibat didalam proyek. Seorang manajer proyek juga harus mampu untuk menempatkan diri dalam memberikan keterbukaan dan persahabatan dengan pihak lain, salah satunya menjadi pendengar yang baik.
  7. Communication Skills, seorang manajer proyek harus memiliki kemampuan komunikasi dengan baik, karena jika tidak ada komunikasi yang efektif maka perencanaan sebuah proyek tidak akan berjalan dengan lancar.
  8. Negotiating Skills, untuk memperoleh simpati dan dukungan dari manajemen atas, kemampuan ini sangat penting. Tapi, manajer proyek harus emmahami kepentingan manajemen atas sehingga dengan pemahaman ini manajemen proyek dapat melakukan negosiasi dengan pemikiran yang tenang untuk memperoleh apa yang diinginkan.
  9. Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills; kemampuan menjual tidak hanya dimiliki oleh seorang marketing, tetapi seorang manajer proyek harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil proyeknya. Selain itu, kedekatan dengan para konsumen juga sangat diperluka, manajer proyek harus responsive terhadap perubahan kebutuhan dan persyaratan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Selain kriteria-kriteria diatas, terdapat kriteria lain yang harus dimilik oleh seorang manajer proyek, diantaranya adalah:
  1. Pemikir system, kemampuan dalam berpikir untuk mengelola interaksi antar komponen dan sumber daya proyek yang berbeda-beda, karena tidak bias dikatakan efektif apabila penyelesaian masalah hanya secara parsial.
  2. Integritas pribadi, membangun dan meningkatkan kemampuan diri menjadi sangat penting dilakukan terlebih dahulu sebelum meningkatkan kemampuan anggota tim.
  3. Proaktif, seorang manajer proyek dituntut tidak hanya akan melihat peristiwa yang telah terjadi (reaktif) akan tetapi juga selalu meneropong masa depan dan berjuang keras menemukan masa depan proyek.
  4. Toleransi yang tinggi terhadap stress, mengingat sebuah proyek merupakan hal yang rumit dan kompleks, pasti akan menimbulkan tekanan terhadap orang yang bebankan tanggung jawab kepadanya. Manajer proyek harus mampu mengelola kondisi psikologis mereka agar dapat bertahan dalam tekanan.
  5. Perspektif Bisnis Umum, seorang manajer proyek harus memahami dasar-dasar bisnis dari disiplin teknis yang berbeda-beda sebagai kerja antar fungsional.
  6. Politikus Mahir, strategi dalam menghadapi banyak orang dan mendapatkan dukungan dari semua pihak merupakan kriteria pentik manajer proyek yang efektif.
  7. Optimis, Kepercayaan diri terhadap proyek, mampu membuat seorang manajer proyek melakukan inovasi dan mengubah strategi proyek kea rah yang lebih baik tanpa meninggalkan perencanaan yang telah ditetapkan.

dari beberapa kriteria yang telah disebutkan diatas, dapat disimpulkan bahwa seorang manager proyek yang baik adalah seorang dapat menggunakan sumber daya yang ada untuk mendapatkan hasil yang optimal. selain itu kepercayaan dari bawahan merupakan faktor yang cukup penting yang dapat menentukan apakah manager proyek tersebut termasuk kriteria manager proyek yang baik atau tidak. semakin banyak bawahan yang pecaya dan menghormati manager proyek tersebut, semakin baik juga kriteria penilaian terhadap meneger priyek tersebut 

JURNAL STUDI KASUS DATABASE PADA WEBSITE PENJURUSAN

JURNAL

DATABASE PADA WEBSITE SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN

STUDI KASUS: www.majors.jputri.info


GUNARWIN ARDI R.
DEVI TANTOWI K.
T. ARIF N.

UNIVERSITAS GUNADARMA






1.      PENDAHULUAN
Website www.majors.jputri.info merupakan website yang ditujukan bagi siswa kelas 1 sekolah menengah atas yang masih bimbang mengenai jurusan apa yang akan dipilih ketika dikelas 2 nanti. Dengan memasukkan data-data yang dibutuhkan oleh website ini dan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada bagian simulasi, akan keluar output yang berupa altrenatif pilihan jurusan yang direkomendasikan oleh website SPK ini. Semakin besar nilai presentase suatu jurusan, semakin besar juga tingkat rekomendasi yang diberikan oleh website ini kepada siswa sehingga mereka dapat memilih jurusan yang sesuai minat dan kemampuannya.
Dengan bantuan website ini, para siswa lebih teryakinkan untuk memilih suatu jurusan dan tidak menyesal dikemudian hari dikarenakan merasa salah memilih jurusan. Kasus mengenai salah memilih jurusan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yang banyak terjadi adalah karena ikut-ikutan teman terdekatnya. Karena merasa bimbang untuk memilih jurusan, dan ketika itu pula ada teman terdekat yang menyerankan untuk ikut masuk kesuatu jurusan, tanpa mempertimbangkan kemampuan dan minat sebenarnya dari siswa tersebut melainkan hanya berdasarkan faktor perasaan, akan mengakibatkan kerusakan nilai-nilai mata pelajaran karena memang siswa tersebut tidak mampu mengikuti mata pelajaran yang dia pilih.
Karena berdasarkan fakta itulah website ini dibuat sehingga diharapkan para siswa terbantu untuk memilih jurusan yang sesuai kemampuan dan minatnya masing-masing. Ada 4 kriteria yang menjadi bahan penilaian website ini, diantaranya adalah nilai raport SMP, nilai UN dan prestasi yang telah dicapai, minat siswa dan nilai hasil simulasi test yang disediakan oleh website ini. Masing-masing nilai yang dimasukkan oleh siswa selanjutnya akan masuk kedalam database yang dimiliki website ini. Dari nilai-nilai yang terkumpul didalam database akan dilakukan perhitungan yang akan dilakukan oleh sistem sehingga akan menghasilkan 3 alternatif pilihan jurusan yang akan ditampilkan kepada user.

JURNAL STUDI KASUS REGULASI DAN PERATURAN




JURNAL STUDI KASUS MENGENAI PERATURAN DAN REGULASI        




GUNARWIN ARDI R
DEVI TANTOWI K
T. ARIF N

UNIVERSITAS GUNADARMA




  

1.      PENDAHULUAN
Didunia IT, terdapat beberapa golongan profesi diantaranya adalah jaringan, database, programmer, design, konsultan IT, sistem analis dan lainnya. Dari masing-masing profesi tersebut sudah pasti memiliki regulasi dan peraturan masing-masing dan peraturan tersebut bertujuan agar kemampuan dan wewenang yang dimilikinya tidak disalah gunakan yang dapat mengakibatkan kerugian baik terhadap seseorang ataupun suatu instasi.
Sebagaimana terdapat pada undang-undang mengenai IT, yaitu UU No. 36 pasal 3 yang berbunyi:
“telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteran dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintah, serta meningkatkan hubungan antar bangsa.”
Selain undang-undang tersebut, terdapat juga undang-undang telekomunikasi dalam mengatur pengguna teknologi informasi. Undang-undang ini dibuat karena ada beberapa alasan, salah satunya adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat cepat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelanggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi. Dengan munculnya undang-undang tersebut membuat banyak terjadinya perubahan dalam dunia telekomunikasi, antara lain:
1.      Telekomunikasi merupakan infrastruktur penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.      Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan tidak hanya terbatas pada lingkup telekomunikasi itu saja, melainkan sudah berkembang pada TI.
3.      Perkembangan teknologi telekomunikasi dituntut untuk mengikuti norma dan kebijaksanaan yang ada di Indonesia.